Foto: Perusahaan Makanan Ternak (GPMT).
Agronews.id, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pelaku usaha industri pakan dan sektor perunggasan nasional terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas harga pakan serta keberlangsungan usaha peternak di tengah dinamika pasar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Stabilisasi Harga Pakan yang melibatkan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) dan pelaku usaha terkait secara daring, Jumat (8/5/2026).
Pemerintah menegaskan bahwa stabilitas industri perunggasan nasional menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga keseimbangan antara harga input produksi dan harga output hasil peternakan seperti telur dan ayam hidup (livebird).
"Jika memang kenaikan harga pakan tidak diperlukan, maka sebaiknya tidak dilakukan. Namun apabila kenaikan tidak terelakkan, maka harus dikendalikan dan tidak berlangsung terus-menerus," ujar Direktur Pakan, Tri Melasari.
Kenaikan harga pakan ini dinilai memberikan tekanan bagi peternak. Saat biaya produksi meningkat dari sisi hulu, harga jual di sisi hilir justru bergerak berlawanan arah.
"Inilah yang kami khawatirkan, input naik, output turun. Jika harga tidak berjalan baik, peternakan rakyat yang akan terdampak paling berat," tegasnya.
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Tevi Melviana, menyampaikan bahwa industri pakan memahami kondisi yang dihadapi peternak saat ini dan mendukung upaya stabilisasi yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, koordinasi antar pelaku usaha menjadi penting agar keseimbangan industri tetap terjaga.
“Situasi industri saat ini memang cukup dinamis dan berbeda di setiap perusahaan. Namun kami mendukung langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas dan berharap harga produk peternak dapat kembali membaik sehingga usaha peternakan tetap berjalan sehat,” ujarnya.
Kementerian Pertanian menegaskan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas industri perunggasan nasional.
“Pemerintah terus memantau perkembangan harga dan kondisi di lapangan agar keseimbangan antara kepentingan peternak, pelaku usaha, dan masyarakat tetap terjaga. Kami berharap seluruh pihak dapat menjaga sinergi sehingga industri perunggasan nasional tetap kuat,” tutup Tri Melasari.
Pemerintah optimistis kondisi pasar perunggasan nasional akan semakin membaik seiring penguatan koordinasi antar pelaku usaha, pengendalian produksi yang lebih terukur, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. (*)
21
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.