Kementan Dorong Pemanfaatan Poligon untuk Capai Swasembada Pangan

Minggu, 22 Juni 2025 10:58 WIB

Foto : Acara “Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP)” pada 20 Juni 2025.


Agronews.id, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui metode pemetaan spasial berbasis teknologi yang disebut poligonisasi. 

Teknologi ini menggunakan citra satelit dan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk menentukan batas lahan pertanian secara akurat.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemetaan digital seperti poligon bukan sekadar alat teknis, melainkan instrumen strategis untuk optimalisasi penggunaan lahan dan peningkatan produktivitas pangan. 

Ia bahkan mengajak penyuluh pertanian, kelompok tani (gapoktan), petani milenial, hingga mahasiswa untuk terlibat aktif dalam penerapan teknologi ini di lapangan.

“Poligon dan peta digital adalah strategi. Ini penting untuk swasembada pangan,” tegas Amran.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Santi, menilai bahwa teknologi ini akan memperkuat peran penyuluh dalam mendampingi petani, mulai dari penyusunan strategi tanam, identifikasi potensi dan kendala lahan, hingga perencanaan cetak sawah dan optimalisasi Luas Tambah Tanam (LTT).

“Poligon sangat membantu penyuluh dalam pengumpulan data valid dan perencanaan lahan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Tedy Dirhamsyah, menekankan peran krusial penyuluh dalam mengumpulkan data lapangan, mengenali potensi lahan, hingga membantu petani membuat perencanaan tanam berbasis data spasial.

Pemanfaatan poligon ini juga menjadi fokus dalam acara “Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP)” pada 20 Juni 2025, yang mengangkat tema “Pembuatan Poligon di Lahan Poktan Pertanaman Padi untuk Mendukung Pencapaian Swasembada Pangan”. 

Acara ini menghadirkan Direktur Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Andy Wijanarko, dan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Kapusdatin), Intan Rahayu.

Andy mengungkapkan bahwa pengumpulan data spasial poligon LTT kini didukung oleh sistem infrastruktur yang dibangun oleh Pusdatin. 

Data tersebut tidak hanya digunakan untuk LTT, tapi juga untuk program Oplah, cetak sawah, dan berbagai kebijakan pertanian lainnya.

“Dengan pemetaan ini, penyuluh punya alat yang bisa langsung digunakan untuk mendukung berbagai program utama Kementan,” kata Andy.

Sementara itu, Intan Rahayu menyoroti pentingnya pemetaan dan evaluasi berkala, mengingat potensi perubahan batas lahan akibat alih fungsi lahan dan perubahan administratif.

“Data poligon bisa bantu perencanaan tanam lebih efektif. Mulai dari jenis tanaman, teknik budidaya, hingga jadwal tanam,” jelas Intan.

Ia juga menambahkan bahwa data akurat dari penyuluh sangat penting bagi pengambilan kebijakan, termasuk dalam pelaporan ke Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dengan dorongan kuat terhadap pemanfaatan teknologi poligon ini, Kementan berharap ketahanan dan swasembada pangan nasional dapat segera tercapai.

99

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.