Foto : Rapat Koordinasi Penyuluhan Pertanian se-Kalimantan Selatan, Senin (14/4/2025), di Hotel Aeris, Banjarbaru.
Agronews.id, Banjarbaru - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah percepatan swasembada pangan melalui program Gerakan Penyuluh Mendorong Luas Tambah Tanam untuk Mencapai Swasembada Pangan (GALUH LTT). Salah satu provinsi yang menunjukkan komitmen kuat adalah Kalimantan Selatan (Kalsel), yang menggelar kegiatan GALUH LTT bertepatan dengan Rapat Koordinasi Penyuluhan Pertanian se-Kalimantan Selatan, Senin (14/4/2025), di Hotel Aeris, Banjarbaru.
Acara ini diikuti sebanyak 450 orang peserta, terdiri atas 50 orang peserta luring dan 400 orang peserta daring dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman dan dihadiri oleh jajaran penyuluh pusat, Penanggung Jawab Swasembada Pangan dari BBPP Binuang, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Kalsel, serta seluruh koordinator dan penyuluh dari provinsi hingga kabupaten/kota.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Sulaiman menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam menyukseskan program nasional. Ia juga mengingatkan tentang Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 terkait pengalihan penyuluh ASN daerah ke Kementerian Pertanian.
"Selama proses pengalihan, seluruh penyuluh harus mendukung percepatan swasembada pangan. PPL yang mampu meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas padi akan memperoleh insentif, termasuk fasilitas sepeda motor bagi 5.000 penyuluh terbaik secara nasional," ungkapnya.
Selain itu, Mentan Amran menekankan pentingnya pemantauan harian terhadap LTT untuk memastikan peningkatan produksi. "Pemantauan LTT harus dilakukan secara harian. Ini adalah kunci untuk menjamin tercapainya target swasembada pangan nasional," tegasnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menggarisbawahi pentingnya sinergi antar elemen pertanian dan pemanfaatan teknologi pelaporan.
“Laporan harian melalui aplikasi e-Pusluh menjadi alat strategis dalam pengambilan kebijakan. Dengan data real-time dan akurat, kita bisa segera memberikan intervensi ketika petani menghadapi tantangan, seperti kekeringan atau keterlambatan tanam,” jelasnya.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman menegaskan bahwa provinsinya siap menjadi penopang ketahanan pangan nasional. “Melalui penguatan peran penyuluh, kita dorong percepatan tanam melalui program seperti Brigade Pangan, Cetak Sawah Rakyat, Padi Gogo, dan pertanaman reguler. Penyuluh adalah garda terdepan pembangunan pertanian,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target LTT di Kalsel dan menjadi katalisator sinergi pusat-daerah dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan semangat kolaboratif yang ditunjukkan para penyuluh, Kalimantan Selatan optimistis turut berkontribusi besar bagi kedaulatan pangan nasional.
173
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.