Kementan Dorong Pertanian Modern Lewat MBKM MSIB

Kamis, 14 November 2024 08:53 WIB

Foto : Kunjungan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Geneng dan Padas, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur (07/11/2024).


Agronews.id, Ngawi - Program Pertanian Modern Kementerian Pertanian (Kementan) kini menjadi magnet bagi generasi muda. Dengan mengadopsi teknologi terkini dan inovasi, program ini telah berhasil menarik minat banyak mahasiswa untuk berkontribusi dalam transformasi pertanian Indonesia. Melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), banyak mahasiswa yang telah dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan sektor pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang sangat strategis bagi generasi muda yang ingin meraih kesuksesan dan kesejahteraan ekonomi.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini tidak hanya sebagai bentuk implementasi MBKM, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan praktis mereka di lapangan.

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI), yang didampingi oleh Niken Rani Wandansari dari PJ Provinsi Jawa Timur, melakukan kunjungan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Geneng dan Padas, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur (07/11/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang diselenggarakan oleh BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

Plt. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Inneke Kusumawaty menyampaikan bahwa program MBKM MSIB memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian dari hulu hingga hilir.

 “Para milenial diharapkan mampu mengelola lahan, alsintan (alat dan mesin pertanian), hingga manajemen panen dan pasca panen secara modern, sehingga hasilnya akan lebih efisien dan menguntungkan bagi petani milenial,” jelas Inneke. 

Dalam kegiatan monev yang dihadiri oleh 43 mahasiswa MSIB, 17 mentor, dan sejumlah pihak terkait, Tim MSIB Kemdiktisaintek melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan magang, serta interaksi antara mahasiswa dan mentor. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini berasal dari penempatan di dua kecamatan tersebut, yakni Geneng dan Padas. Kegiatan monev dimulai dengan presentasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan mentor mengenai pengalaman mereka selama magang, serta kompetensi yang telah dicapai.

Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh tim Monev Kemdiktisaintek terkait pelaksanaan program MSIB, antara lain mengenai tahapan penerimaan mahasiswa, kesesuaian penempatan dengan ekspektasi mahasiswa, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan magang, serta fasilitas yang diterima oleh mahasiswa. Pertanyaan juga mencakup aspek teknis, seperti sistem BPJS TK, jam kerja, dan apakah ada hambatan dalam komunikasi atau kendala lain yang dihadapi selama magang.

Para mahasiswa memberikan informasi terkait pengalaman mereka di lapangan, khususnya mengenai pengelolaan lahan dan aktivitas agribisnis di Kecamatan Geneng, serta mekanisasi pertanian yang dilakukan di Kecamatan Padas. Selain itu, mahasiswa juga mengungkapkan manfaat yang mereka peroleh, seperti peningkatan pemahaman tentang dunia kerja di sektor pertanian, penguasaan teknis, dan keterampilan dalam berkoordinasi dengan petani.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Tim MSIB Kemdiktisaintek, mereka menekankan pentingnya semangat dan motivasi para mahasiswa dalam menjalani program ini. Tim juga berharap agar pengalaman yang diperoleh selama magang dapat meningkatkan keterampilan baik hard skill maupun soft skill, serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mewujudkan pertanian modern di Kabupaten Ngawi.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, seluruh mahasiswa diimbau untuk segera melaporkan kepada Crisis Center MBKM jika ada indikasi perundungan atau pelanggaran program. Hal ini bertujuan untuk memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi semua peserta program.

Melalui program MSIB ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri dan berkontribusi langsung dalam sektor pertanian, yang pada gilirannya dapat membantu mewujudkan pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan di Indonesia.

187

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.