Kementan: Transformasi Pertanian Tingkatkan Produktivitas Pertanian 

Jumat, 05 Juli 2024 08:42 WIB

Foto : Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 19, Jumat (05/07/2024) di Ruang AOR Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).


Agronews.id, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan modernisasi pertanian akan meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani.

Menurut dia, transformasi pertanian dari tradisional ke modern menjadi salah satu solusi cepat untuk meningkatkan produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca.

"Sistem mekanisasi untuk transformasi pertanian tradisional ke modern," ujar Mentan Amran.

Ia menjelaskan penggunaan alat-alat mekanis dalam pertanian akan menekan biaya hingga 50 persen. Penanaman padi tradisional yang membutuhkan sekitar 20 orang per hektare.

"Mimpi kami ke depan adalah mentransformasi pertanian tradisional menuju modern dengan tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan petani karena kita bisa menekan biaya produksi hingga 60 persen", tegas Mentan.

Sementara itu, pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 19, Jumat (05/07/2024) di Ruang AOR Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), secara online Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa kita harus melakukan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern. Dengan pertanian modern dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
“Transformasi mindset pertanian tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga untuk mencari duit dengan cara bisnis pembangunan pertanian yaitu membangun agribisnis”, ujar Dedi.

Sedangkan menurut Narasumber MSPP, Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megahwati dalam paparannya dijelaskan berdasarkan tindak lanjut rakor bahwa komite kebijakan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah pada 28 November 2022, perlu dibentuk skema kredit atau pembiayaan bersubsidi baru untuk pengadaan alat dan mesin pertanian demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Salah satu usaha yang dibiayai yaitu KUR untuk sektor pertanian diutamakan untuk mendukung pencapaian target utama program Kementerian Pertanian, dari aspek pemenuhan permodalan guna mendorong pengembangan usahanya”, ungkap Indah.

Terakhir Indah menambahkan, bahwa asuransi pertanian dilakukan  untuk melindungi petani dari kerugian gagal panen akibat bencana alam. Selain itu juha serangan organisme pengganggu tumbuhan, wabah penyakit hewan menular, dampak perubahan iklim atau jenis risiko-risiko lain diatur kembali didalam Peraturan Menteri, imbuhnya. (HV/NF)

574

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.