Foto : Kunjungan kerja terkait kegiatan Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Hortikultura di Lahan Kering (Horticulture Development in Dryland Area Project, HDDAP).
Agronews.id - Dalam rangkaian kunjungan kerja terkait kegiatan Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Hortikultura di Lahan Kering (Horticulture Development in Dryland Area Project, HDDAP) ke Sumatera Utara, Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr.Inti Pertiwi Nashwari, meninjau UPTD Benih Induk Hortikultura (BIH), Kuta Gadung di Jalan Djamin Ginting Km 67, Kutagadung, Berastagi, Kabupaten Karo, Senin (4/4).
Tujuan utama kunjungan beliau ke BIH Kutagadung adalah untuk meninjau sarana dan prasarana yang dimiliki dalam produksi benih kentang. Kentang merupakan salah satu komoditas yang akan dikembangkan dalam kegiatan HDDAP di Provinsi Sumatera Utara. BIH Kutagadung akan menjadi salah satu instansi yang diharapkan berperan dalam produksi benih kentang.
“Kegiatan fase pertama HDDAP adalah perbaikan pada system perbenihan, karena benih adalah awal dari budidaya, dengan benih yang bermutu kita bisa menjanjikan keberhasilan kegiatan ini nantinya” tutur Inti mengawali pertemuan tersebut.
Disambut Kepala UPTD, Lambok Turnip beserta jajarannya, Inti diajak melihat-lihat sarana prasarana dan beberapa hasil inovasi yang dikembangan oleh UPTD tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Inti melihat bahwa BIH Kuta Gadung sudah cukup produktif dalam memproduksi benih kentang, namun jika ingin memproduksi benih secara modern, fasilitas produksinya wajib diperbaharui,apalagi sekarang sudah jaman digitalisasi. BBI Kutagadung harus berbenah untuk memperbaiki fasilitas yang ada saat ini, jangan sampai ketinggalan dengan produsen swasta.
“Sejalan dengan tujuan tersebut,kegiatan HDDAP akan memberikan kesempatan untuk BBI memperbaharui seluruh fasilitas produksi dan membangun fasilitas yang dibutuhkan. Selain fasilitas produksi,peningkatan kapasitas SDM juga dimungkinkan untuk dibiayai pada kegiatan ini “ tambah Inti.
Dalam kegiatan HDDAP ini sejumlah tahapan akan dilalui, pada tahun ini dilakukan sosialisasi kegiatan HDDAP, Survei, Investigasi dan Desain (SID) di 11 kabupaten dan sembilan provinsi, rekrutmen tenaga lapang sebagai bagian dari manajemen proyek, rehabilitasi dan fasilitasi sarana dan prasarana Balai Benih Hortikultura (BBH) dan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), serta pemilihan 'Kampung Hortikultura'.
Di tahun 2023, akan dimulai pengembangan 4.000 hektar 'Kampung Hortikultura' yang disertai perbaikan lahan kering dan pendukung lainnya, termasuk infrastruktur jalan, perbenihan dan penerapan inovasi dan digitalisasi pertanian.
Sebagai tahap awal, dilakukan pengembangan 1.000 'Kampung Hortikultura', terdiri atas 56 kampung pisang, 47 kampung mangga, 61 kampung manggis, 167 kampung durian, 75 kampung kelengkeng, 72 kampung alpukat, 45 kampung jeruk, 2 kampung buah naga, 200 kampung bawang merah, 200 kampung cabai besar, 15 kampung sayuran daun, 50 kampung tanaman obat, 68 kampung bawang putih, 30 kampung cabai rawit, 25 kampung kentang, dan 4 kampung bawang bombay.
Komoditas unggulan yang akan dikembangkan, dipilih berdasarkan kesesuaian agroekosistem dan permintaan pasar untuk menjamin pemasaran hasilnya
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini, hal ini sudah sangat lama kami nantikan, banyak produsen swasta yang belajar di sini, sekarang mereka lebih baik dalam hal sarana dan prasarananya” jelas Turnip.
Pak Turnip menyampaikan Perbanyakan planet kentang Generasi nol (G0) varietas Granola Lembang menjadi prioritas pihak Laboratorium kultur jaringan UPTD Benih Induk Hortikultura (BIH) Kutagadung. Pihaknya juga melakukan perbanyakan bibit kentang generasi kedua (G2) untuk persiapan bibit bagi petani Tanah Karo dan sekitarnya.
Selain kentang, pihaknya mengembangkan dua varietas unggul hasil inovasi UPTD Benih Induk Hortikultura Kutagadung, yang telah didaftarkan sebagai varietas unggul yakni wortel Gundaling dan arcis Berastagi.
“Luas areal 7,9 hektare yang kita miliki ini dioptimalkan untuk menghasilkan benih-benih yang unggul, ragam inovasi kita praktekkan,” katanya.
“Kita semua berharap kegiatan ini dapat berjalan lencar dan sesuai dengan tujuan kita,yaitu perbaikan system perbenihan kentang di sini agar sesuai dengan cita-cita bersama menjadikan perbenihan yang maju,mandiri dan modern “tutup Inti dalam kunjungan.
------------------------------
Penulis
Rimta Terra Rosa Br Pinem
Lince SF Sipayung
173
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.