Peluang Ekspor Hortikultura ke Malaysia: Kementan Dorong Rokan Hilir Optimalkan Potensi Pintu Terdekat

13 jam yang lalu

Foto: Pengembangan program “One Village, One Product, Go Export” di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, guna memperluas akses pasar produk hortikultura Indonesia ke Malaysia.


Agronews.id, Jakarta — Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) terus mendorong penguatan ekspor hortikultura nasional melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah daerah dan mitra internasional. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan program “One Village, One Product, Go Export” di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, guna memperluas akses pasar produk hortikultura Indonesia ke Malaysia.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Bupati Bistaman menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, atas komitmen Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sektor hortikultura, peningkatan daya saing produk lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong pengembangan hortikultura nasional dan pemberdayaan masyarakat desa. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga menembus pasar internasional,” ujar Bistaman.

Program tersebut direncanakan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Koperasi Produsen Nelayan Balimbuk Rohil sebagai eksportir yang berbasis di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, bersama perusahaan komoditas pertanian asal Malaysia, GT Empire Global Sdn. Bhd. Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk perluasan ekspor produk unggulan desa, khususnya komoditas hortikultura, ke pasar internasional.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian, Freddy Lumban Gaol, mengungkapkan bahwa tren ekspor hortikultura Indonesia terus menunjukkan peningkatan, dengan Malaysia menjadi salah satu negara tujuan utama.

“Pada tahun 2025, Indonesia telah mengekspor produk hortikultura segar sebanyak 524.894 ton. Malaysia menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar, dengan komoditas unggulan seperti nanas, pisang, rasberi, kubis, dan cabai,” ungkap Freddy.

Menurut Freddy, letak geografis Rokan Hilir yang berdekatan dengan Malaysia menjadi keuntungan strategis dalam pengembangan ekspor hortikultura. Selain itu, Kementerian Pertanian juga tengah menjalankan program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) yang berpotensi menghasilkan produk unggulan berorientasi ekspor.

“Kami melihat potensi besar kerja sama antara Kabupaten Rokan Hilir dan Malaysia. Di sisi lain, program HDDAP juga akan menghasilkan berbagai produk unggulan hortikultura, salah satunya pisang Mas Kirana dari Lumajang. Kami berharap GT Empire Global dapat menjadi offtaker untuk produk-produk tersebut,” tambahnya.

Bistaman menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melihat peluang besar implementasi program “One Village, One Product, Go Export” sebagai upaya mendorong desa memiliki produk unggulan yang berdaya saing nasional maupun internasional. Program tersebut mencakup identifikasi produk unggulan lokal, peningkatan kualitas dan standardisasi produk, penguatan kapasitas UMKM, perluasan akses pemasaran global, hingga penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, CEO GT Empire Global Sdn. Bhd., Nurainun, menyatakan komitmennya untuk membuka akses pasar hortikultura Indonesia di Malaysia melalui pembangunan ekosistem distribusi modern, termasuk pengembangan pasar borong sebagai pusat pengumpulan, distribusi, dan logistik produk pertanian, serta jaringan Fresh Mart untuk pemasaran produk segar Indonesia.

“Kami akan membuka pasar produk hortikultura secara besar-besaran di Malaysia karena komoditas pertanian Indonesia sangat dibutuhkan. Kami siap menampung hasil pertanian petani Indonesia untuk dipasarkan di Malaysia,” ujar Nurainun.

Dalam agenda pertemuan tersebut, para pihak juga membahas konsep implementasi program “One Village, One Product Horticulture, Go Export”, rencana pengembangan jaringan distribusi dan Fresh Mart di Malaysia, peluang kerja sama strategis bersama Kementerian Pertanian, serta sinkronisasi program dengan kebijakan pengembangan hortikultura dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dukungan pengembangan komoditas ekspor juga datang dari berbagai direktorat teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Direktorat Buah dan Florikultura siap mendukung pengembangan kawasan durian berorientasi ekspor seperti Durian Monthong dan Musang King yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Direktur Buah dan Florikultura, Fauziah T. Ladja, menegaskan komitmennya dalam pengembangan komoditas durian nasional guna memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang terus meningkat.

Selain itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muhammad Agung Sunusi, juga menyatakan kesiapan mendukung pengembangan kawasan sayuran dan tanaman obat yang sesuai dengan karakteristik dataran rendah di Kabupaten Rokan Hilir, terutama komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar Malaysia.

Perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan turut menyampaikan dukungan terhadap pengembangan produksi segar maupun olahan berbagai komoditas perkebunan yang diminati pasar Malaysia dan negara tujuan ekspor lainnya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, dan mitra internasional, Kementerian Pertanian optimistis pengembangan hortikultura berbasis desa dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok hortikultura unggulan di pasar global.

10

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.