SPBU Khusus Petani Hadir di Merauke, Perkuat Produksi Pangan Nasional

53 menit yang lalu

Foto: Pendirian SPBU Khusus Petani ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pertanian ke Merauke pada 4 Juli 2026.


Agronews.id, Merauke, Papua Selatan — Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp1,33 triliun untuk Provinsi Papua Selatan guna memperkuat kawasan tersebut sebagai lumbung pangan Indonesia Timur.

Bantuan diserahkan langsung oleh Mentan Amran saat menghadiri Gerakan Tanam Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 

“Total bantuan untuk Papua Selatan tahun 2026 mencapai Rp1,33 triliun. Semua bantuan ini untuk masyarakat, untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani,” kata Mentan Amran.

Dukungan tersebut mencakup pembangunan lahan dan irigasi, alsintan, benih, pupuk, pestisida, serta pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan sebagai bagian dari percepatan modernisasi pertanian di Papua Selatan.

Sejalan dengan hal itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian(BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pelaksanaan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Merauke perlu dikawal secara terpadu agar dukungan pemerintah dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

Idha juga menyampaikan, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan program di tingkat lapangan, mulai dari pendampingan petani, penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian, hingga memastikan bantuan dan sarana produksi dimanfaatkan secara optimal.

Dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, khususnya di kawasan lumbung pangan nasional, salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui peresmian SPBU Khusus Petani di SPBU PT Bunda Yeni Sulistyawati, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Peresmian SPBU Khusus Petani tersebut dihadiri oleh Bupati Merauke, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Direktur Polbangtan Manokwari, Kepala BBRMP Papua, Kepala BBRMP Papua Selatan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Selatan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Dandim, Manajemen Pertamina Patra Niaga Perwakilan Maluku dan Papua, pemilik SPBU, perwakilan Gapoktan, Manajer Brigade Pangan, serta para Penyuluh Pertanian.

Pendirian SPBU Khusus Petani ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pertanian ke Merauke pada 4 Juli 2026. Kehadiran SPBU tersebut diharapkan dapat semakin memudahkan petani memperoleh BBM bersubsidi untuk mendukung operasional kegiatan usaha tani, terutama penggunaan alat dan mesin pertanian.

Dalam sambutannya, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menyampaikan bahwa keberadaan SPBU Khusus Petani merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dan menjawab kebutuhan petani di lapangan.
“SPBU ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk melayani petani dan menjawab kebutuhan petani, khususnya dalam memperoleh BBM untuk mendukung kegiatan pertanian,” ujarnya.

Yoseph juga mengingatkan seluruh pihak agar pemanfaatan BBM bersubsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya. Pengawasan perlu diperkuat untuk memastikan tidak terjadi penyelewengan sehingga subsidi benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh petani yang berhak.

Sementara itu, Perwakilan Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa pendirian SPBU Khusus Petani merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam memperkuat jaringan penyaluran BBM bersubsidi, khususnya di wilayah yang menjadi sentra dan lumbung pangan nasional.

Penguatan akses terhadap BBM bersubsidi diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan usaha tani, termasuk pengoperasian traktor dan alat mesin pertanian lainnya, sehingga kegiatan pengolahan lahan hingga penanaman dapat berjalan lebih optimal.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro menegaskan bahwa kemudahan akses terhadap BBM bersubsidi merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada petani untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan di Merauke.

“Dengan adanya BBM bersubsidi yang dilayani melalui SPBU Khusus Petani ini, kita berharap produksi dan produktivitas tanaman pangan semakin meningkat. Ini merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk mendukung petani,” ungkap Eko.

Eko juga menjelaskan bahwa, dukungan pemerintah kepada petani di Merauke diberikan melalui berbagai bentuk intervensi, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga dukungan lainnya. Selain kemudahan akses terhadap BBM bersubsidi, pemerintah juga telah memberikan dukungan berupa penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, serta berbagai bantuan pertanian seperti benih dan bibit, termasuk komoditas karet dan kelapa.

“Semua dukungan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh petani untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat produksi pangan di Merauke sebagai salah satu kawasan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tambah Eko.

Dengan beroperasinya SPBU Khusus Petani ini, diharapkan akses petani terhadap BBM bersubsidi menjadi lebih mudah, tepat sasaran, dan mendukung kelancaran kegiatan budidaya. Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pertamina, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani dalam mewujudkan peningkatan produksi pangan di Kabupaten Merauke.

Merauke sebagai salah satu kawasan lumbung pangan nasional memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan. Oleh karena itu, berbagai dukungan pemerintah diharapkan dapat terus memperkuat produktivitas petani dan keberlanjutan produksi pangan di wilayah tersebut. (NS)

5

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.