Kementan dan IFAD Dorong Peningkatan Kapasitas Pemandu Lapang HDDAP
BULELENG, BALI (24 September 2026) — Kementerian Pertanian bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) menggembleng kapasitas para pemandu lapang di Kabupaten Buleleng melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Good Agricultural Practices (GAP) dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP), Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Busungbiu ini bertujuan untuk memperkuat adaptasi serta mitigasi budidaya tanaman manggis terhadap ancaman perubahan iklim global, guna mematangkan kesiapan para petugas dalam mendampingi petani secara presisi di lapangan.
Bimtek ini diikuti secara intensif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), fasilitator, serta jajaran Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng. Fokus materi diarahkan pada penanganan dampak nyata perubahan iklim, seperti pergeseran pola curah hujan, kenaikan suhu ekstrim, dan ancaman kekeringan yang berpotensi menurunkan produktivitas serta mutu komoditas manggis sebagai salah satu unggulan kawasan HDDAP.
Rangkaian pembelajaran ini ditinjau langsung oleh Perwakilan IFAD, Juli, yang hadir mengamati proses peningkatan kapasitas dan interaksi para peserta di lapangan. Pembelajaran tidak hanya berlangsung secara teoritis, tetapi juga ditopang dengan evaluasi teknis kondisi lahan dan kesehatan tanaman secara langsung untuk mengidentifikasi potensi risiko iklim. Juli menekankan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana penunjang bagi para pemandu lapang agar pendampingan kepada petani dapat berjalan optimal dan akurat.
"Setiap pemandu lapang idealnya dibekali dengan alat praktik yang memadai, seperti pH meter, sehingga mereka selalu siap membantu petani melakukan pengecekan derajat keasaman tanah secara langsung di lapangan," ujar Juli di sela-sela kunjungannya.
Ia menambahkan bahwa ketersediaan sarana pendukung yang memadai akan memastikan rekomendasi teknis yang diberikan penyuluh sesuai dengan kondisi riil lahan dan kebutuhan spesifik tanaman di tingkat petani.
Melalui penyelenggaraan Bimtek HDDAP ini, Kementerian Pertanian berkomitmen mencetak pemandu lapang yang responsif dan tangguh terhadap dinamika iklim. Penguatan kapasitas SDM pertanian yang disokong oleh fasilitas praktik memadai menjadi pijakan utama dalam mewujudkan budidaya manggis yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan di wilayah lahan kering.
8
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.