Foto : Ngobrol Asyik (Ngobras) Bersama Penyuluh edisi ke-32 pada Selasa (23/9/2025).
Agronews.id, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran penyuluh dalam menghadapi ancaman organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman padi. Melalui program diskusi daring Ngobrol Asyik (Ngobras) Bersama Penyuluh edisi ke-32 pada Selasa (23/9/2025), pemerintah menekankan pentingnya pengendalian hama sejak dini demi menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perlindungan tanaman pangan tidak bisa ditunda, apalagi di tengah kondisi iklim yang kian tidak menentu. Menurutnya, upaya pengendalian harus dimulai sejak tahap persemaian, disertai sanitasi lahan, serta pemantauan berkala agar serangan hama tidak meluas.
“POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) memiliki peran strategis di lapangan, baik di tanaman pangan, perkebunan, maupun hortikultura. Dengan pengendalian terpadu, kerugian petani bisa diminimalisir,” kata Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa kebijakan pengendalian OPT merupakan salah satu kunci mendukung swasembada pangan nasional. “Padi adalah sumber pangan utama, maka kualitas dan kuantitas produksinya harus dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gusti Made Ngr. Kuswandana, mendorong agar penyuluh mengutamakan metode ramah lingkungan. “Pengendalian jangan langsung mengandalkan pestisida kimia. Musuh alami, teknik agroekologi, dan pemanfaatan refugia bisa menjadi solusi yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Jenita Faradiba, Petugas POPT Kabupaten Bogor, memaparkan OPT utama pada padi meliputi penggerek batang, tikus, wereng cokelat, hawar daun bakteri, hingga tungro. Ia juga menjelaskan berbagai strategi pengendalian, mulai dari tanam serempak, pemanfaatan predator, hingga penggunaan agens hayati.
“POPT tidak bekerja sendirian, melainkan bersama penyuluh lapangan. Kolaborasi inilah yang akan memperkuat pengendalian OPT secara berkelanjutan,” pungkas Jenita.(*)
106
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.