Kementan Gelar Rakor Penyusunan Produk Knowledge Management PHLN
BOGOR - Sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia pertanian melalui berbagai program strategis, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menyusun produk knowledge management Program Hibah Luar Negeri (PHLN), berupa buku yang menjadi platform berbagi pengetahuan.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan peningkatan kualitas SDM mutlak diperlukan. Pasalnya, SDM adalah ujung tombak pembangunan pertanian.
"Pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas yang adaptif terhadap perkembangan jaman. Sehingga pertanian pun dapat digarap dengan cara-cara modern yang tentunya diharapkan dapat berpengaruh juga pada peningkatan produksi pertanian," tuturnya.
Penyusunan buku sendiri merupakan bagian dari langkah strategis dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Untuk diketahui, beberapa program seperti Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) dan program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP), telah berakhir pada 2023 dan 2024.
Menyusul program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative (READSI) ditahun 2024 dan program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) yang berakhir pada tahun 2025.
Titik berat program-program tersebut sangat beragam, dari optimalisasi sistem irigasi (infrastruktur dan pemberdayaan), pemberdayaan masyarakat dilokasi remote dan peningkatan keterlibatan generasi muda di bidang pertanian, program program ini telah menjangkau banyak penerima manfaat, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan pertanian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika proses dan hasil pembelajaran dari program menjadi asset pengetahuan yang dapat dimanfaakan di kemudian hari.
“Program program PHLN bisa saja berakhir sesuai durasinya. Namun hasil pembelajaran, sistem dan pengelolaan dilapangan, jangan sampai hilang begitu saja. Perlu semua hal tersebut, dijadikan satu produk pengetahuan (Product Knowledge) yang dapat dimanfaatkan dan menjadi dasar mengambil kebijakan”, ujar Idha Widi Arsanti, saat memberi arahan di Bogor, Minggu (23/2/2025)
Santi melanjutkan, penyusunan buku menjadi proses pembelajaran yang berharga dalam mengelola program program yang akan datang dan berada dalam kendali BPPSDMP.
Agenda rapat koordinasi diawali dengan pemaparan dari Kepala Pusat lingkup BPPSDMP.
Papapan program YESS disampaikan oleh Kepala Pusat Pendidikan, Muhammad Amin, program READSI disampaikan oleh Kepala Pusat Pelatihan, Inneke Kusumawaty dan program IPDMIP dan SIMURP disampaikan oleh Kepala Pusat Penyuluhan, Purwanta.
Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang menjadi moderator, menggarisbawahi program PHLN yang sudah memasuki fase pengakhiran project untuk memastikan keberlanjutan pendampingan di lokasi program yang diintervensi dan juga melengkapi dokumen-dokumen pengakhiran program yang dibutuhkan.
Rapat koordinasi juga diisi dengan pemaparan Kajian kebutuhan Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan (SBPB) pada 10 lokasi Pertanian Modern, juga Pemaparan Buku Kamus Istilah Penyuluhan dan Buku 700 Teknologi Inovatif Pertanian & Repositori 1000 Teknologi Inovatif Pertanian.
254
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.