Naikkan IP  dan Produktivitas, Kementan Siapkan Lokasi MSIB di Kalteng

Sabtu, 14 September 2024 19:47 WIB

Foto : Program Kementan dalam upaya khusus peningkatan produksi pangan dan antisipasi darurat pangan menggandeng mahasiswa Magang dan Studi Independen Berserifikat (MSIB).


Agronews.id, Kapuas - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa pengembangan lahan rawa merupakan komitmennya untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan lahan tanam dalam waktu dekat. Menurutnya, dengan optimalisasi lahan rawa, diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman serta produktivitas.

Berlokasi di kabupaten Kapuas, provinsi Kalimantan Tengah program upaya khusus peningkatan produksi pangan dan antisipasi darurat pangan menggandeng mahasiswa Magang dan Studi Independen Berserifikat (MSIB) dari berbagai perguruan tinggi serta Alumni dari Politeknik lingkup Kementerian Pertanian sebagai mentor MSIB.

“Program Pertanian Modern ini adalah salah satu Langkah Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dalam mendukung program PAT yang ada di lahan rawa,” Jelas Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti. Kepala Badan PPSDMP mengharapkan dukungan aktif pemerintah daerah untuk kelancaran program.

Untuk mendukung implementasi berbagai upaya menghadapi tantangan darurat pangan diperlukan tenaga pendamping yang energik. Upaya tersebut harus didukung dengan implementasi secara nyata di lapangan dengan memberikan perhatian yang serius dari semua pihak, termasuk Perguruan Tinggi sebagai komunitas masyarakat akademis, dalam hal ini dosen dan mahasiswa. Kegiatan pendampingan melibatkan mahasiswa dari Politeknik Pembangunan Pertanian, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia dan Perguruan Tinggi Mitra. Tujuan dari kegiatan pendampingan mahasiswa adalah meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, meningkatkan produksi pangan nasional dalam rangka antisipasi darurat pangan yang melibatkan seluruh pelaku pertanian. Disisi lain kegiatan pendampingan juga akan memberi manfaat bagi institusi Perguruan Tinggi dan civitas akademis, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Demi kelancaran pelaksanaan kegiatan, Pusat Pendidikan Pertanian menerjunkan tim untuk memastikan lokasi penempatan mahasiswa MSIB. Aspek keamanan dan kesesuaian lokasi menjadi pertimbangan mengingat mahasiswa akan membaur dan bekerja bersama-sama dengan masyarakat.

Plt. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) menyampaikan bahwa kegiatan ini harus dilaksanakan secara bersama sama dan secara penuh melibatkan pemerintah daerah beserta jajarannya.
"Setiap komponen penting, masukan dan pendampingan dari bapak ibu di daerah sangat penting bagi anak anak mahasisws kita".

Peran petani dan penyuluh menjadi penting mengingat kegiatan ini adalah juga untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang seluk beluk pertanian dan penanaman padi. Terdapat beberapa aktivitas yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa bersama alumni/mentor MSIB yaitu teknologi mekanisasi pertanian modern, pengembangan padi terpadu, pengelolaan lahan rawa, agribisnis lahan rawa hingga penyuluhan/pemberdayaan berbasis korporasi.

Harapannya mahasiswa dapat bersama sama dengan Mentor untuk mencapai target dari pelaksanaan MSIB dan target peningkatan produksi pangan. (mga,mry)

195

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.