Foto : Meninjau sekaligus melakukan penanaman padi seluas 158 Ha di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, Minggu (08/09/2024).
Agronews.id, Probolinggo - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program Perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengatakan, solusi cepat yang ditawarkan saat ini adalah PAT.
Mentan Amran yakin apabila program tersebut dijalankan, maka Indonesia dapat mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dunia.
"Ingat saat ini ada banyak negara yang mengalami penurunan produksi dan ada banyak penduduk dunia yang menderita kelaparan. Karena itu harus kita mitigasi dengan solusi cepat," jelasnya.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa program PAT ini untuk memenuhi kebutuhan pangan yang kedepannya akan semakin meningkat.
“Program PAT ini bisa di fokuskan karena kebutuhan kedepan akan sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan pangan yang tersedia. Selain itu kami berharap nantinya ada pemberdayaan KWT yang telah mampu berusaha agar dapat di tularkan ke sekitarnya”, ujar Santi.
Santi menambahkan jika peran penyuluhan dalam pengawalan PAT juga sangat krusial untuk memastikan bahwa teknik dan metode yang digunakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal. Penyuluh pertanian diharapkan dapat memberikan bimbingan dan dukungan teknis yang diperlukan bagi petani di setiap kabupaten.
Guna menindaklanjutinya, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan) Bustanul Arifin Caya bersama-sama dengan Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, dan beberapa kelompok tani setempat meninjau langsung sekaligus melakukan penanaman padi seluas 158 Ha di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, Minggu (08/09/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Bustanul menyampaikan apresiasinya kepada para petani atas upaya dan pencapaian Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan luas tanam padi.
Selain itu, peran penyuluh pertanian dalam program PAT ini sangatlah penting. Karena selain sebagai aktor utama dalam peningkatan produksi padi nasional, juga harus mampu memotivasi petani, memfasilitasi petani dan memberikan bimbingan teknis serta solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
"Karena salah satu tugas utama penyuluh pertanian adalah memotivasi petani agar mereka tetap bersemangat dan terus berinovasi dalam praktik pertanian mereka", tegas Bustanul.
Bustanul mengungkapkan jika penyuluh juga bertanggung jawab untuk memfasilitasi akses petani terhadap sumber daya dan teknologi terbaru yang dapat meningkatkan hasil produksi mereka. Terakhir adalah pentingnya penerapan teknologi modern dan pendekatan berbasis data untuk meningkatkan produktivitas”, tutup Bustanul.
Sementara, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Yahyadi menyatakan kesiapan untuk mencapai target LTT reguler dan Pengembangan Area Tanam (PAT) seluas 2.392 hektar atau 101% dari target yang ditetapkan, pada akhir bulan September.
"Tentunya keberhasilan ini merupakan hasil dari kerjasama yang solid antara petani, pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait", ujarnya
Yahyadi juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung petani dengan berbagai fasilitas dan teknologi terbaru, guna mencapai target LTT dan PAT. Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target produksi padi dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Probolinggo.
Sedangkan Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Rachmat mengatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga untuk memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi tantangan pertanian. (PP/NF)
429
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.