Panen Raya Benih Bawang Putih, Langkah Konkrit Menuju Swasembada Bawang Putih Nasional

Minggu, 28 Juli 2024 12:10 WIB

Foto : Panen raya benih bawang putih kembali dilaksanakan dalam kegiatan swakelola benih bawang putih di Kelompok Tani Pusuk Pujata pada Kamis, 25 Juli 2024.


Agronews.id, Lombok Timur - Panen raya benih bawang putih kembali dilaksanakan dalam kegiatan swakelola benih bawang putih di Kelompok Tani Pusuk Pujata pada Kamis, 25 Juli 2024 yang lalu. Panen raya benih bawang putih  yang berada di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dilakukan secara simbolik oleh Direktur Perbenihan Hortikultura bersama dengan perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi NTB, beserta jajaran forkopimda, polsek, camat, kepala desa, serta petani yang terlibat dalam kegiatan swakelola.

Luas lahan bawang putih varietas Lumbu Putih yang dipanen berasal dari kontrak swakelola tahap kedua seluas 27 ha. Dari total 27 ha tersebut seluas 24 ha sudah dipanen secara bertahap. Dalam kegiatan tersebut dipanen seluas 3 ha dan memiliki rata-rata produktivitas basah sebesar 14.624 kg/ha. Seluruh hasil panen pada hari itu akan dimanfaatkan untuk benih dan akan diserahterimakan pada akhir tahun 2024 dan akan digunakan untuk bantuan benih pada pengembangan kawasan tahun 2025.

Panen raya benih bawang putih ini merupakan salah satu langkah konkrit menuju swasembada bawang putih nasional. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memiliki program swasembada bawang putih nasional. Upaya yang dilakukan adalah dengan menjamin penyediaan benih bawang putih bermutu melalui kegiatan swakelola penyediaan benih bawang putih. Kegiatan swakelola ini merupakan kelanjutan dari swakelola penyediaan benih bawang putih yang pertama kali diinisiasi pada tahun 2023 yang lalu.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari menyampaikan, ”Inisiasi kegiatan swakelola didasari ketika Kementerian Pertanian memiliki program pengembangan kawasan/kampung bawang putih namun benihnya tidak tersedia. Melalui terobosan kegiatan swakelola bekerjasama dengan kelompok tani, diharapkan dapat menyediakan benih bermutu yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam waktu dan jumlah yang sudah ditentukan.”

“Panen raya benih bawang putih ini diharapkan dapat mendorong dan memberi semangat kepada para petani untuk terus berproduksi memenuhi kebutuhan benih bawang putih nasional,” lanjut Inti.

Kegiatan panen raya dirangkaikan juga dengan pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Produsen Benih Bawang Putih yang diikuti oleh anggota kelompok tani yang terlibat dalam program swakelola. Para petani diberikan pengetahuan terkait teknologi produksi benih bawang putih bermutu dan penanganan pasca panen calon benih bawang putih termasuk proses dormansi sehingga dapat menghasilkan benih dengan kualitas yang optimal.

Narasumber dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, Kusuma Darma menyampaikan, “Potensi pengembangan bawang putih di Sembalun yang dapat mencapai produksi basah sebesar 14 ton/ha, ini merupakan prestasi yang sangat bagus, namun potensi ini masih bisa ditingkatkan lagi. Salah satu keuntungan budidaya benih bawang putih di Sembalun yaitu karena lama penyinaran sinar matahari lebih lama dibandingkan daerah lain sehingga hasilnya bisa lebih maksimal.”

“Beberapa teknologi yang dikembangkan oleh PKHT untuk pemecahan dormansi benih bawang putih, yaitu dengan teknologi vernalisasi dengan aplikasi suhu dingin 5-8°C selama 2-4 minggu dapat mempercepat munculnya tunas. Selain itu juga ada teknologi Finebubble dengan cara memasukkan gelembung nitrogen kedalam air dan digunakan untuk merendam benih bawang putih sehingga dapat mempercepat munculnya tunas bawang putih,” tambah Kusuma.

Narasumber dari Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Pascapanen Pertanian, Kirana Sanggrami Sasmitaloka menyampaikan, “Salah satu cara untuk meningkatkan mutu benih yaitu tanaman dipanen sesuai dengan umur panennya dan bisa dilihat dari ciri-ciri fisik tanaman tersebut, karena masing-masing varietas bawang putih memiliki umur panen yang berbeda.”

“Teknologi yang sudah dikembangkan oleh BSIP Pascapanen yaitu penanganan pasca panen bawang putih menggunakan instore dryer untuk mengeringkan dan menyimpan benih bawang putih sehingga dapat meningkatkan mutu benih yang dihasilkan,” tambah Kirana.

Kegiatan pascapanen harus dilakukan dengan benar agar benih yang dihasilkan berkualitas. Berbagai hal yang dapat menimbulkan kerusakan benih, penyusutan bobot, terjadinya serangan OPT dan tercampurnya benih selama penyimpanan di gudang perlu dilakukan upaya pengendalian.

 

Kontributor :

Valentina Theresia

Ircham Riyadi

529

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.