Foto : Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, mengunjungi lahan pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Agronews.id, Kabupaten Cianjur - Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, mengunjungi lahan pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mempercepat program tanam.
Kunjungan itu dilaksanakan di Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Di sana, Dirjen Suwandi bersama para pemangku kepentingan setempat turut memantau langsung kegiatan pertanian.
Dirjen Suwandi menyampaikan bahwa Cianjur terkenal sebagai produsen beras dengan sebutan 'Beras Cianjur' di Indonesia. Di Desa Sindangkala, terdapat varietas beras khas yaitu beras Pandan Wangi.
"Kabupaten Cianjur dikenal sebagai lumbung padi di Jawa Barat, terutama dengan beras khasnya, beras Pandan Wangi," kata dia.
Dirjen Suwandi mencatat bahwa produktivitas pertanian di Desa Sindangkala telah mencapai IP 300. Dengan capaian itu, menurutnya, Cianjur harus secara konsisten menghasilkan produk pertanian dengan kuantitas dan kualitas yang baik.
Terlebih, kata dia, kunjungan yang bertujuan untuk memantau dan mendukung program percepatan tanam itu sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
"IP lahan pertanian di Sindanglaka mencapai 300 berkat teknis irigasi yang baik. Program percepatan tanam sesuai instruksi Menteri Pertanian, minimal 2 tahun bisa panen hingga 7 kali," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Dirjen Suwandi menyebut bahwa persiapan untuk menanam padi di Desa Sindangkala sudah matang. Sehingga, dia meyakini masa antara panen dan tanam akan lebih singkat ke depannya.
"Dengan berbagai perbaikan yang dilakukan, kami siap untuk menanam. Masa antara panen dan tanam akan lebih pendek," tuturnya.
Dirjen Suwandi berharap agar produktivitas pertanian di Cianjur, khususnya di Desa Sindangkala, dapat terus meningkat. Selain itu, rencana untuk menggarap kembali sekitar 20 ribu hektare lahan pertanian juga dibahas dalam kunjungannya.
"Kami berharap produktivitas pertanian di Cianjur semakin meningkat. Kami sudah membahas pengembangan penanaman padi di sekitar 20 ribu hektare lahan," kata dia.
Namun di samping itu, Dirjen Suwandi mengatakan bahwa tantangan utama yang dihadapi para petani adalah kekurangan air di beberapa lahan pertanian.
Dia pun berkomitmen untuk mengusulkan pembangunan bendungan di Cianjur Selatan guna mengatasi masalah kekurangan air bagi petani.
"Kami akan mengusulkan pembangunan bendungan di Cianjur Selatan, terutama di Kecamatan Sindangbarang. Bendungan ini diharapkan dapat menyediakan air bagi lahan pertanian yang selama ini mengalami kesulitan," tandasnya. (*)
137
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.