Foto: Mentan Amran Yakini Jabar Bisa Bantu Indonesia Lepas dari Impor Pangan
Agronews.id, Jawa Barat - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengunjungi Kota Bandung untuk meninjau progres penyaluran alat pompa kepada para petani di Jawa Barat.
Pada kegiatan tersebut, hadir juga Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Mohammad Fadjar beserta jajaran TNI Angkatan Darat.
Mentan Amran menyampaikan bahwa Jawa Barat memiliki potensi di sektor pertanian untuk membantu Indonesia lepas dari ketergantungan impor beras.
Apabila Jawa Barat bisa meningkatkan produktivitas beras hingga 1,5 juta ton, kata dia, maka Indonesia dapat mengurangi impor beras hingga 30 hingga 40 persen.
"Meningkatkan produksi beras hingga 1,5 juta ton di Jawa Barat akan mengurangi impor beras sebanyak 30-40 persen," ujar Mentan Amran, Selasa 7 Mei 2024.
Di samping itu, dia juga menjelaskan tentang potensi solusi cepat dalam menyelesaikan masalah impor Indonesia dengan meningkatkan produktivitas pertanian padi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Mentan Amran mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dan bekerja sama dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Barat khususnya, dan di seluruh wilayah Indonesia.
"Persoalan pangan adalah persoalan yang sangat vital dan penting karena menyangkut kehidupan bangsa," tegasnya.
Menurutnya, ada tiga hal yang sedang dilakukan untuk mengoptimalkan produktivitas pertanian di Jawa Barat. Yaitu pompanisasi yang sudah ada 4.100 unit, penyaluran alat-alat pertanian, dan penyaluran alat pompa baru yang targetnya sebanyak 10 ribu unit.
"Bila 10 ribu alat pompanisasi dirasa kurang untuk Jawa Barat, pemerintah akan menambah jumlah alat pompa lagi," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menyampaikan persoalan pupuk. Dia mengaku bahwa pihaknya telah memperjuangkan nasib para petani yang kekurangan pupuk dengan meminta Presiden untuk menambah ketersediaan pupuk. Hal ini telah disetujui dan ditambah oleh Presiden Jokowi sebanyak 2 kali lipat.
Karenanya, Mentan Amran meminta alat-alat pompa yang telah disalurkan untuk Jawa Barat segera dipasang dan dioperasionalkan sebagai upaya dalam menghadapi ancaman kemarau di masa yang akan datang.
Sementara, Mayjen TNI Mohammad Fadjar mengajak jajaran TNI Angkatan Darat untuk mendukung program pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.
"Saya mengajak, khususnya dari jajaran angkatan darat, para Komandan Kodim, saya minta para Dandim memahami bahwa pompa itu sampai dengan hari ini sebenarnya sudah digelar dari tahun 2021 sampai 2024 ada sekitar 4.100 (alat pompa)," tegas Fadjar.
Dia pun mengapresiasi Kementerian Pertanian yang telah memberikan bantuan alat pompa guna membangun ketahanan pangan dan membantu masyarakat menghindari bencana kelaparan.
"Nah dari 4.100 itu nantinya akan ditambah lagi oleh beliau (Mentan) sekitar 2.700 yang akan segera digelar, ya tepuk tangan. Hari inilah kita harus bergerak men-support rencana pemerintah pusat (meningkatkan produktivitas pertanian), sekali lagi kami menyambut kedatangan rombongan Kementerian Pertanian, semoga kegiatan bapak ibu hari ini dilancarkan," pungkasnya.
51
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.