Foto: Kementan Kejar Luas Tambah Tanam Pajale di Sulawesi Selatan
Agronews.id, Sulawesi Selatan - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan produksi pangan khususnya padi jagung dan kedelai. Untuk itu, Kementan menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Hotel Four Point, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (25/4).
Acara di Pimpin oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan dan dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Muhammad Syakir, MS, Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Perwakilan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan beserta jajarannya, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Petugas Data Tambah Tanam Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Selatan, Produsen penangkar benih padi se Provinsi Sulawesi Selatan.
Pertemuan ini membahas langkah percepatan LTT Padi Jagung dan Kedelai khususnya untuk target Bulan April 2024. Hasil LTT Padi, Jagung dan Kedelai dibandingkan dengan LTT sebelumnya yaitu padi semula 23.463 ha menjadi 35.194 ha (tambah 10.193 ha), jagung semula 23.463menjadi 30.835 ha (tambah 7.371 ha) dan kedelai semula 347 ha menjadi 437 ha (tambah 90 ha). Sementara terjadi peningkatan kesanggupan LTT padi yang seluas 18.481 ha dari sebelumnya 57.112 ha menjadi 75.593 ha.
Dalam arahannya Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi, menghimbau seluruh peserta rapat untuk melaksanakan langkah percepatan LTT antara lain PJ Provinsi/Kabupaten untuk turun ke lapangan membagi wilayah gerakan tanam, Crosscheck data Bera dan setelah Panen di dengan data aktual, menggerakan petugas lapang untuk mendata potensi luas tanam, menyusun pola tanam dan jarak dan panen ke tanam maksimal 14 hari, mempersiapkan sarana produksi dan alsintan, meningkatkan IP tanaman, dan memaksimalkan pendataan LTT harian.
”Crosscheck data Bera dan Panen pada aplikasi Simohtandi (Sistem Informasi Monitoring Pertanaman Padi). Simohtandi dapat memonitor fase pertanaman menggunakan citra Landsat-8. Data yang ditampilkan berupa luas tanam, vegetatif, generatif dan panen padi serta pemutakhiran data setiap 16 harian, data tabular tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan. Segera akses untuk groundcheck di lapangan” ungkap Suwandi.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel, H. Imran Jausi, menyampaikan pentingnya pendataan pertambahan luas tanam. ”Hal ini diperlukan untuk mengetahui perkembangan realisasi tanam yang telah dilakukan oleh petani sehingga dapat dilakukan perhitungan perkiraan produksi padi, jagung, dan kedelai. Pelaporan data secara rutin ini merupakan tolak ukur kinerja petugas di lapangan. Oleh karena itu, pendataan pertambahan luas tanam serta pelaporannya adalah kegiatan penting yang perlu mendapatkan perhatian dari petugas di Kabupaten dan Provinsi.”
Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Muhammad Syakir mengingatkan dan harus mewaspadai kondisi pertanian di Indonesia saat ini mengalami cekaman.
”Cekaman pertama adalah kondisi iklim ekstrim berupa El Nino, dan cekaman kedua adalah kondisi politik global, perang Ukraina yang menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan global yang menyebabkan setiap negara perlu mempersiapkan ketahanan pangan nasional dengan baik.
”Untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional, dibutuhkan dukungan pertambahan luas tambah tanam Pajale khususnya dari Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu Provinsi sentra produksi padi nasional, hal ini terbukti Kabupaten Bone pada tahun 2023 merupakan Kabupaten dengan produksi padi kelima terbesar di Indonesia. Untuk itu Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendukung pencapaian produksi sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian” papar Prof. Syakir.
Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Enie Tauruslina Amarullah, menyampaikan ”pentingnya konsisten dalam melaksanakan realisasi percepatan luas tambah tanam sebagaimana kesepakatan antara Dinas Pertanian Kabupaten dengan Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional, selayaknya berada pada urutan ketiga besar dalam produksi tanaman pangan khususnya padi, jagung, dan kedelai.”
”Berbagai program yang telah diberikan oleh Kementerian Pertanian, selayaknya dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu berdampak pada peningkatan produksi tanaman pangan. Realisasi tanam pada bulan April akan dievaluasi pada bulan Mei, untuk itu dibutuhkan kesungguhan dan kerja keras dari seluruh pihak dan petugas agar kesepakatan yang telah disampaikan dapat diwujudkan sebagaimana rencana dan harapan” terang Enie.
535
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.