Petani Riau Sambut Tambahan Pupuk Subsidi

Minggu, 31 Maret 2024 10:33 WIB

Foto: Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Riau, Ir. Syahfalefi, M,Si


Agronews.id, RIAU - Tambahan alokasi pupuk subsidi yang mencapai 28 triliun membuat para petani di banyak daerah semakin percaya diri. Mereka yakin Indonesia dalam beberapa tahun ke depan mampu mencapai swasembada.

Mengenai hal ini, Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Riau, Ir. Syahfalefi, M,Si turut mengapresiasi kinerja Bapak Menteri Pertanian terkait penambahan alokasi pupuk bersubsidi hingga volumenya mencapai 9,55 juta ton dari angka semula 4,7 juta ton. “Dinas PTPH Provinsi Riau akan segera menindaklanjuti dengan melakukan penyusunan rancangan alokasi per kabupaten/kota sesuai data e-RDKK 2024. Kami berharap tambahan pupuk bersubsidi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Riau”, ujar Syahfalefi, Minggu (31/03/2024).

Syahfalefi menyampaikan berdasarkan Surat Menteri Pertanian Nomor B-51/SR.210/M/03/2024 tanggal 27 Maret 2024 tentang Alokasi tambahan pupuk bersubsidi, alokasi untuk Provinsi Riau sebesar 3.846 ton pupuk urea dan 5.905 ton pupuk NPK. Volume ini naik dari sebelumnya 2.250 ton pupuk urea dan 2.762 ton pupuk NPK. Alokasi pupuk bersubsidi tersebut untuk 9 komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi dan kakao. Namun yang menjadi permasalahan dalam pupuk bersubsidi adalah beberapa komoditas utama yang diusahakan oleh masyarakat petani di Provinsi Riau tidak masuk ke dalam 9 komoditas tersebut. 

Syahfalefi menambahkan “Seperti kita ketahui bersama Provinsi Riau merupakan provinsi di pulau Sumatera yang mempunyai lahan gambut terluas, yakni 3,89 juta hektar dari 6,49 juta hektar total luas lahan gambut di pulau Sumatera. Sebagian lahan gambut atau hampir separuhnya dimanfaatkan masyarakat sebagian besar untuk budidaya tanaman perkebunan meliputi kelapa sawit, kelapa dalam, karet, disusul tanaman pangan meliputi padi, jagung, ubijalar dan ubikayu, selanjutnya tanaman hortikultura buah berupa nanas, pisang, rambutan, dan tanaman sayuran meliputi cabai, timun, tomat, kangkung, bayam, dan sawi. Beberapa komoditas utama tersebut tidak masuk ke dalam 9 komoditas yang mendapat alokasi pupuk bersubsidi”.

Komposisi lahan gambut umumnya kandungan C-organik tinggi > 30% namun unsur hara yang terkandung di lahan gambut sangat rendah dan tingkat kemasaman tanah yang tinggi (pH rendah), sehingga tanaman yang ditanam pada lahan gambut membutuhkan dosis pupuk yang lebih tinggi dibandingkan tanah mineral. Kami berharap tambahan alokasi kuota pupuk subsidi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka," tutur Syahfalefi.

 

54

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.