Siapkan SDM Unggul, Kementan Perkuat Sinergi dengan GAPGINDO

Kamis, 14 Desember 2023 10:36 WIB

Foto: Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian dan Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO)


Agronews.id, Jakarta -  Pendidikan vokasi pertanian dituntut untuk menghasilkan lulusan yang siap berwirausaha (job creator) dan siap bekerja (job seeker). Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian menggenjot pendidikan vokasi agar dapat menciptakan SDM berkualitas.

Upaya peningkatan kualitas SDM Pertanian terus dilakukan khususnya dengan menjalin kemitraan dengan dunia industri dan dunia usaha.

Guna meningkatkan jaringan dan kerjasama. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian dan Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO) pada Kamis (14/12/2023) menandatangani nota kesepahaman yang akan membentuk link and match antara lembaga pendidikan vokasi di lingkup Kementerian Pertanian dan pabrik gula berbasis tebu yang merupakan anggota GAPGINDO.

Nota kesepahaman ditandatangani sebagai bagian dari upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dan wirausaha profesional serta kompeten di sektor perkebunan tebu dan industri gula. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian 
adalah mencapai swasembada gula. 

Dan untuk mencapai hal tersebut harus didukung selain kesiapan industri seperti dari mesin produksi dan yang tidak kalah penting adalah sumber daya manusia nya.

“Saya percaya kerjasama (Kementan) dengan GAPGINDO khusus nya dalam penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri, akan meningkatka daya saing gula Indonesia, sekaligus mewujudkan swasembada” ujar Dedi.

Dedi menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam budidaya dari hulu hingga ke hilir menjadi model kerjasama dengan GAPGINDO.

Dengan kerjasama ini, para mahasiswa vokasi Kementerian Pertanian yang berada di Politeknik Pembangunan Pertanian dan Politeknik Enginering Pertanian Indonesia (PEPI) dapat magang di industri gula. Bahkan perusahaan gula dalam negeri juga dapat menyerap tenaga kerja dari lulusan vokasi pertanian. 

”Saya berharap model kerjasama ini bisa diterapkan juga untuk komoditas lain di luar industri gula,” ujarnya.

Sementara itu Ketua GAPGINDO, Syukur Iwantoro mengakui, saat ini banyak industri gula anggota GAPGINDO kekurangan tenaga kerja, khususnya di sekitar lokasi pabrik. Apalagi banyak pabrik gula yang berada di daerah jauh dari kota seperti pabrik gula Rejoso di Blitar, Sumba Timur dan Ogan Komiring Ilir Sumatera Selatan.

Syukur menambahkan karena itu industri gula harus merekrut SDM dari luar daerah. Namun di sisi lain, Pemerintah Daerah setempat juga mempunyai kebijakan industri menyerap tenaga kerja lokal. 

”Kadang potensi tenaga kerja besar, tapi masalahnya tingkat pendidikannya rendah,” ujarnya.

Syukur berharap, MoU ini dapat ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama langsung antara pabrik gula dengan sekolah vokasi Kementerian Pertanian.

Syukur mengatakan kerjasama antara GAPGINDO dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, diyakini menjadi langkah strategis untuk bersama-sama membangun sektor pertebuan dan perkebunan.

Kerjasama teknis antara pabrik gula dengan sekolah vokasi akan melibatkan magang siswa dan tenaga pengajar. Hal ini dianggap penting karena tenaga pengajar vokasi perlu memahami eksistensi pabrik gula secara langsung.

 

178

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.