Foto : Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Demokrat, Suardi Duka mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang menempatkan anggara pertanian sekitar 14,66 triliun.
Agronews.id, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Demokrat, Suardi Duka mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang menempatkan anggara pertanian sekitar 14,66 triliun. Jumlah anggaran tersebut dinilai jomplang apabila dibandingkan dengan sektor pendidikan dan PUPR yang mencapai 1000 triliun.
Padahal, menurut Suardi, sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto PDB nasional sekitar 12,98 persen.
"Tahun 2022 pertanian berkontribusi terhadap PDB sekitar 12,98 persen. Artinya sektor ini masih sangat memegang peranan penting dan berkontribusi dalam PDB kita. Tapi bila kita bandingkan dengan anggaran lain sangat mengecewakan. Pendidikan 600 triliun pupr 400 triliun. Kedua sektor ini saja sudah 1000 trilun," kata Suardi, Rabu, 30 Agustus 2023.
Suardi mengatakan, kecilnya anggaran di kementan merupakan bentuk pikiran dari para pengambil kebijakan yang cendrung berpikir singkat sehingga tidak mempertimbangkan kesejahteraan petani sebagai penyedia pangan bagi 280 juta penduduk Indonesia.
"Pertanian hanya 14,66 triliun sebagai penopang pertumbuhan dan konsumsi di sektor pangan yang kita rasakan ini belum mandiri bahkan para pengambil kebijakan lebih cenderung berpikir singkat. Saya kira ini cara berpikir tanpa mempertimbangkan petani," katanya.
Sementara itu, Suardi mengaku tal ambil pusing dengan kenaikan harga beras yang belakangan ramai dibicarakan. Menurut dia kenaikan tersebut wajar karena saat ini adalah momentum bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraannya.
"Saya tidak terlalu khawatir dengan kenaikan harga. Kenapa? karena inilah cara untuk mensejahterakan petani. Yang kedua pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar dalam bantuan sosial kurang lebih 400 triliun salah satunya adalah beras miskin PKH dan lain sebagainya. Saya kira ini adalah sebagai pengganti tingkat kemahalan daya beli yang meningkat," katanya.
Senada dengan Suardi Duka, Anggota Komisi IV lainya dari Fraksi PKS, Slamet juga mengaku prihatin dengan penepatan anggaran kementan yang hanya 14 triliun. Padahal dalam pidato Presiden beberapa waktu lalu, anggaran keseluruhan untuk sektor pangan mencapai 108 triliun lebih.
"Dalam pidato presiden itu anggaran ketahanan pangan kurang lebih dialokasikan sekitar 108 koma sekian triliun. Setelah saya lihat anggaran kementan cuma 14 sekian. Padahal kalau kita bicara tentang produktivitas pada petani saya mohon kepada Pak Presiden melalui pak menteri disampaikan agar subsidi pupuk ini harus dipenuhi 100 persen. Tidak ada kata lain kecuali anggarannya 70 triliun," jelasnya.
15
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.