Foto : Tahun anggaran 2022, UPTD Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPPBTPH) melakukan bimbingan teknis pada 21-25 Agustus 2023 di Kalimantan Tengah.
Agronews.id - Tahun anggaran 2022, UPTD Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPPBTPH) Provinsi Kalimantan Tengah mendapatkan kepercayaan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perbenihan Hortikultura untuk menerima fasilitasi pembangunan laboratorium kultur jaringan dan penyediaan sarana pendukung berupa peralatan, bahan kimia dan eksplan benih pisang. Sebagai apresiasi bagi Provinsi Kalimantan Tengah yang fokus mengembangkan komoditi buah di seluruh kabupaten dan kota yang dipetakan sesuai kecocokan masing-masing wilayah.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah pisang dengan luas tanam di seluruh Kalimantan Tengah cukup tinggi yaitu mencapai 1.721,05 hektare. Kondisi tersebut menuntut tingginya ketersediaan benih pisang bermutu. Laboratorium kultur jaringan ini menjadi satu-satunya laboratorium kultur jaringan milik pemerintah di Kalimantan Tengah.
Semangat mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern diimplementasikan salah satunya dengan menyiapkan laboratorium kultur jaringan untuk mendukung penyediaan benih bermutu. Kebijakan ini disempurnakan dengan melakukan bimbingan teknis pada 21-25 Agustus 2023 di UPT BPPBTPH Kalimantan Tengah yang melibatkan 10 orang peserta tim kultur jaringan Kalimantan Tengah, dan BPSB Jawa Barat bersama BBH Kalimantan Timur sebagai narasumber.
Dalam pelaksanaanya dikemas dengan mengkombinasikan paparan, praktik lapang dan diskusi untuk melatih pemikiran sistematis dasar, pengetahuan teknis kultur jaringan, serta pemahaman aturan perbenihan hasil kultur jaringan. Materi bimtek ini menajdi bekal SDM di UPTD BPPTPH sebagai penggerak yang mampu menghasilkan inovasi dan menginspirasi pembangunan perbenihan hortikultura yang berkelanjutan dan berdaya saing melalui penerapan teknologi kultur jaringan.
Dr. Inti Pertiwi Nashwari, SP., Msi., Direktur Perbenihan Hortikultura di tempat terpisah mengungkapkan bahwa bimbingan teknis adalah langkah taktis Direktorat Perbenihan untuk memberikan pengetahuan, pengalaman praktis terkait perbanyakan benih massal dengan kultur jaringan. Tanpa adanya SDM kompeten, fasilitasi laboratorium dengan kapasitas menghasilkan 5.000 – 10.000 bibit pisang per tahun akan sia-sia. SDM kompeten akan menjadi penggerak, pelopor yang inovatif, kreatif, profesional, mandiri, mampu bersaing, dan berwawasan global sehingga mampu mensukseskan target kemandirian benih bermutu di Kalimantan Tengah.
Bimtek ini lebih banyak diisi kegiatan praktik tujuannya untuk membuka potensi setiap peserta mendalami dan menjiwai produksi benih dengan kultur jaringan. Para peserta sangat antusias mengikuti bimtek ini. “Melalui bimtek ini kami mendapatkan keterampilan kultur jaringan dan meningatkan daya saing SDM di UPTD BPPBTPH Kalimantan tengah”, ujar Adrian, salah satu peserta bimtek kultur jaringan ini.
Mengkombinasikan bantuan teknologi dan penguatan kompetensi SDM adalah strategi jitu optimalisasi kultur jaringan dalam memenuhi kebutuhan benih bermutu seperti komoditas pisang di Kalimantan Tengah. “Kultur jaringan adalah terobosan perbanyakan benih secara masal dalam waktu yang relatif singkat namun perlu optimalisasi laboratorium kultur jaringan dengan penguatan kompetensi SDM yang ada, sehingga meningkatkan keberhasilan penyediaan benih bermutu.” Ungkap Kepala Dinas TPH dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Ir. Hj. Sunarti, MM dalam pembukaan bimtek.
Melihat potensi permintaan benih bermutu di Kalimantan Tengah, tidak salah jika kedepannya pengembangan kultur jaringan harus terus digencarkan. Dengan mempersiapkan fasilitas dan kompetensi SDM, kesuksesan produksi benih pisang bermutu dengan kultur jaringan tidak akan terelakkan. Sinergi, konsistensi dan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kekuatan untuk mewujudkan perbenihan hortikultura yang maju, mandiri, dan modern.
Kontributor:
Wiwi Sutiwi
Abdul Rahman
255
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.