Strategi Jitu Penyediaan Benih Bawang Putih Melalui Kerjasama Swakelola di Sembalun Lombok Timur

Rabu, 26 Juli 2023 07:13 WIB

Foto : Direktorat Perbenihan Hortikultura kembali menginisiasi kegiatan swakelola dalam penyediaan benih hortikultura, khususnya penyediaan benih bawang putih.


Agronews.id - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura terus berupaya dalam mengawal ketersediaan benih bawang putih. Pada tahun 2023, Direktorat Perbenihan Hortikultura kembali menginisiasi kegiatan swakelola dalam penyediaan benih hortikultura, khususnya penyediaan benih bawang putih.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, SP., M.Si menyatakan bahwa program swakelola benih bawang putih tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. “Kegiatan swakelola ini dimaksudkan untuk menyediakan benih bawang putih dalam rangka pemenuhan kebutuhan benih bawang putih pada program pengembangan kampung bawang putih pada tahun 2024. Hal ini menjadi langkah antisipasi agar tidak terjadi lagi kegagalan pemenuhan target kampung bawang putih seperti pada tahun 2022.” imbuh Inti Pertiwi.

Berdasarkan informasi dari Dr. Mutiara Sari, Koordinator Kelompok Bawang Merah dan Sayuran Umbi Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, bahwa kebutuhan benih bawang putih pada tahun 2024 sebanyak 600 ton. Lebih lanjut dia berharap kebutuhan benih dapat dipenuhi sebagian dari hasil panen program swakelola ini.

Kegiatan swakelola penyediaan benih bawang putih ini dilaksanakan di di daerah Sembalun Kab. Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Wilayah yang telah dikenal sebagai sentra produksi bawang putih sejak tahun 1980-an. Sampai tahun 1990-an, Sembalun mengalami masa kejayaan sebagai produsen bawang putih lokal yang memasok kebutuhan bawang putih hampir seluruh Indonesia. Namun setelah masuknya bawang putih impor, kejayaan bawang putih dari Sembalun perlahan mulai menurun.

Salah satu kelompok tani penangkar pelaksana kegiatan swakelola ini adalah KT “Pusuk Pujata” yang berada di Desa Sembalun Bumbung. Kelompok tani pimpinan H. Egi Frisma ini berkomitmen untuk menyediakan benih bawang putih sebanyak 72 ton setara dengan luas pertanaman 18 ha, dengan varietas Lumbu Putih dan Sangga Sembalun.

Sebagai wujud rasa syukur atas pelaksanaan pertanaman bawang putih swakelola ini maka pada Selasa (25/7/2023), kelompok ini melakukan panen raya bawang putih untuk dipergunakan sebagai calon benih Kampung Bawang Putih tahun 2024. Panen bersama dilakukan secara simbolik oleh Direktur Perbenihan Hortikultura bersama perwakilan dari Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Wakil Bupati Lombok Timur, Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Pertanian Kab Lombok Timur, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih NTB, beserta jajaran Forkopimda di lahan milik KT. Pusuk Pujata yang disaksikan oleh petani dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Timur, Rumaksi Sj, S.H., menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan bawang putih di Sembalun mengingat kejayaan bawang putih sembalun di masa lampau yang memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi petani Sembalun. “Melalui event ini tentunya kami sangat berharap pemerintah pusat semakin memberikan perhatian dan fasilitasi khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pupuk, agar produksi dan produktifitas bawang putih di Sembalun terjaga” imbuh Wakil Bupati Lombok Timur yang juga dikenal sebagai Ketua HKTI tersebut. 

Di acara ini, Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, menyampaikan rasa terima kasih atas Kerjasama semua pihak sehingga pertanaman bawang putih swakelola ini dapat panen. “Saya merasa bangga dan yakin terhadap hasil swakelola penyediaan benih bawang putih di Sembalun akan berhasil, melihat pertanaman, hasil panen dan komitmen dari KT Pusuk Pujata untuk memenuhi target swakelola” tutur Direktur Perbenihan tersebut.  Keyakinan ini didukung oleh bukti hasil panen bawang putih memberikan hasil umbi bawang putih yang cukup besar, hampir sama dengan bawang putih impor. Beliau juga menyatakan siap melakukan pendampingan dalam hal teknis dan dukungan permodalan untuk pengembangan bawang putih di Sembalun.

Sebagaii tambahan informasi bahwa bersamaan dengan acara panen tersebut juga dilaksanakan ubinan untuk mengetahui taksiran produksi bawang putih dari program swakelola ini. Ubinan dilaksanakan oleh penyuluh pertanian di Kecamatan Sembalun. Samirih Bersama sejumlah PPL yang melakukan ubinan hasil panen bawang putih menyampaikan bahwa sesuai hasil ubinan panen dihasilkan potensi produksi bawang putih ini sebesar 34,5 ton (berat panen basah). “Angka ini jauh melebihi jumlah panen yang biasa diperoleh oleh petani di sembalun yang rata-rata sebanyak 24 ton basah” papar Samirih yang juga sebagai coordinator penyuluh di wilayah sembalun. Dari hasil ubinan tersebut, kemungkinan besar hasil benih dari KT. Pusuk Pujata ini dapat melebihi dari target yang telah ditentukan.

Egi Frisma, ketua KT. Pusuk Pujata dan anggota kelompok tani menyatakan bahwa kegiatan swakelola ini dapat memberikan dampak yang baik bagi petani, di samping itu kebutuhan pupuk saprodi melalui swakelola ini dapat dipenuhi secara optimal, sehingga hasilnya juga optimal. Program seperti ini menjadi bentuk program yang sangat baik dalam pengembangan bawang putih.

Melihat hasil panen bawang putih hari ini telah memberikan gambaran dan bukti bahwa bawang putih lokal dapat menghasilkan umbi bawang yang besar, hampir sama dengan umbi bawang putih impor. Pemilihan benih, praktek budidaya yang baik serta agroklimat yang sesuai menjadi prasyarat penting yang harus diperhatikan. Kerjasama antar berbagai sub sektor juga menjadi berperan penting karena mengembalikan kejayaan bawang putih seperti di masa lampau menjadi tugas dan tanggung jawab bersama.

Dihubungi pada kesempatan terpisah Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc menyampaikan bahwa panen ini menjadi awal menentukan untuk proses penyediaan benih berikutnya. “ Saya berharap hasil panen ini dapat memenuhi persyaratan standar benih yang dibutuhkan.  Kelompok tani Pusuk Pujata perlu terus memperhatikan penanganan pasca panen dari hasil panen benih bawang putihnya.  Berbagai hal yang dapat menimbulkan kerusakan benih dan penyusutan selama penyimpanan di gudang perlu dikendalikan” tegas Dirjen Hortikultura tersebut. Muara dari arahan Direktur Jenderal Hortikultura ini tiada lain adalah agar benih bawang putih yang disediakan dari program swakelola ini benar-benar memenuhi standar tinggi sebagai benih bermutu.

 

Kontributor :

Langgeng Muhono

Diah Rochana P

444

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.