Foto : Kementan kembali menggelar Training of Trainer (ToT) Literasi Keuangan dan Proposal Bisnis bagi Calon Pelatih (Trainer) Keuangan.
Agronews.id, Batu - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot trainer (pelatih) yang profesional dalam mendampingi petani.
Setelah sebelum nya, menggelar TOT di 3 provinsi yaitu Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan, Kementan kembali menggelar Training of Trainer (ToT) Literasi Keuangan dan Proposal Bisnis bagi Calon Pelatih (Trainer) Keuangan pada empat kabupaten program YESS di wilayah Jawa Timur, yaitu Kabupaten Malang, Pacitan, Pasuruan, Tulungagung.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, usaha di sektor pertanian memiliki prospek yang menjanjikan bagi generasi muda alias kaum milenial. Terbukti, saat pandemi semua sektor anjlok kecuali pertanian, yang tetap tumbuh.
"Pertanian tidak ada matinya. Peluang ini sangat besar di agribisnis, selama manusia membutuhkan makanan, pertanian pasti jaya," ujar Syahrul
Menurut dia, untuk menggeluti bidang pertanian ada banyak jalan yang dilalui untuk berhasil, bukan hanya mengurusi produksi saja, tetapi juga pengolahan dan pemasarannya.
"Petani bisa main di awal (produksi), tengah, ataupun akhir (pemasaran) bisa mengkombinasikan dengan teknologi," ungkap Syahrul.
Untuk mencetak petani sukses, kata Syahrul, Kementan memiliki program untuk bekal bagi para petani milenial yakni berupa pelatihan, termasuk memfasilitasi modal usaha melalui kredit usaha rakyat (KUR).
Melalui pelatihan, Syahrul juga berharap para petani milenial bisa melakukan berbagai terobosan. "Di balik pelatihan yang diadakan ini kami mencoba mendorong perencanaan yang terukur untuk mengembangkan pertanian dari hulu hingga ke hilir," tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan, ToT dilakukan untuk mengisi kebutuhan Trainer yang selama ini masih kurang dan diharapkan makin banyak penerima manfaat yang merasakan manfaat pendampingan dari trainer.
"Trainer jangan hanya menjadi trainer pada saat program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme (YESS) saja, tapi juga seterusnya be Trainer for Life," ucap dia.
Lebih lanjut dikatakan Dedi bahwa petani harus memiliki kemampuan manajerial yang memadai, terlebih menyangkut keuangan. "Untuk itu, segala sesuatunya harus dilakukan dan tercatat cermat," ucap Dedi.
Dedi menambahkan, pertanian modern memang membutuhkan pencatatan keuangan yang tersusun rapi. Tujuannya untuk memudahkan petani dalam melakukan evaluasi. Sebab, usaha pertanian memiliki fluktuasi dari waktu ke waktu.
"Hasil evaluasi tersebut sangat berguna untuk menentukan strategi usaha pada periode tanam di musim berikutnya. Dengan nilai bisnis besar, maka penguatan literasi keuangan petani harus diperkuat," tegas Dedi.
Kegiatan ToT berlangsung di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu, Jawa Timur dimulai pada 14 - 18 Maret 2023. Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Sabir Tato. Turut hadir pada saat pembukaan Wakil Direktur 2 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Hamyana.
ToT diikuti sebanyak 81 peserta yang terdiri dari Staf Business Development Service Provider (BDSP) dan Financial Advisor yang berasal dari Kabupaten Malang (31 Orang), Kabupaten Pasuruan (22 Orang), Kabupaten Tulungagung (17 Orang) dan Kabupaten Pacitan (11 Orang).
78
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.