Kementan Lakukan Penanganan Hama Belalang Kembara di Pulau Sumba

Kamis, 09 Februari 2023 22:29 WIB

Foto : Upaya pengendalian belalang kembara di Pulau Sumba masih terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.


Agronews.id - Upaya pengendalian belalang kembara di Pulau Sumba masih terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan sejak hama ini kembali muncul di tahun 2019. Kehadiran hama ini menjadi kekhawatiran bagi petani dalam bercocok tanam sehingga dapat mengancam pencapaian produksi pangan.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi, dalam kunjungannya ke Sumba Timur dalam rangka gerakan pengendalian serentak belalang kembara mengungkapkan bahwa belalang kembara kini sudah menjadi endemi di Pulau Sumba. Oleh karena itu, pengelolaan belalang kembara terus dilaksanakan baik dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.

Salah satu kegiatan pengendalian belalang kembara di Desa Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur dengan menggunakan pestisida biologi turut dihadiri dan disaksikan oleh Direktur Perlindungan Tanaman Pangan dan Kepala Dinas Pertanian Sumba Timur (7/2/2023).

"Upaya pengendalian hama ini (belalang kembara) masih terus kita lakukan bersama dengan pemerintah daerah dan tetap kita utamakan kelestarian lingkungan. Metode pengendalian secara mekanik dengan menangkap belalang secara langsung menjadi salah satu metode yang efektif sekaligus mensejahterakan masyarakat," jelas Takdir.

Seperti diketahui bahwa pengendalian secara serentak di seluruh Sumba Timur dilakukan sejak Senin (6/2/2023) dimana Bupati memerintahkan agar semua kegiatan diliburkan dan seluruh lapisan masyarakat turun menangkap belalang kembara. Bupati memberikan stimulan penggantian 2 kg belalang kembara ditukar dengan 1 kg beras. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya jangka pendek yang dilakukan untuk menurunkan populasi belalang kembara secara cepat. Data sementara yang diterima, jumlah tangkapan belalang kembara dari beberapa kecamatan sebanyak 6-7 ton belalang kembara dan kemungkinan akan terus bertambah.

Kini upaya penanganan hama belalang kembara tidak hanya "dipikul" oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan saja, namun juga seluruh jajaran perlindungan tanaman serta pemerintah daerah setempat. Pengelolaan hama belalang kini didukung juga oleh Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) dengan terobosan pemanfaatan belalang kembara menjadi pakan ternak.

Salah satu aksi cepat dari Direktorat PPHTP dalam mendukung pengelolaan hama belalang kembara yaitu dengan memfasilitasi prototipe pengolahan belalang kembara sebagai pakan ternak. Pengolahan belalang telah disampaikan oleh Direktur PPHTP, Batara Siagian, pada pertemuan dengan Dinas Pertanian wilayah pulau Sumba di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur (7/2/2023). Turut hadir dalam pertemuan ini Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, pakar akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Wagiman, serta Kepala Dinas Pertanian  dan Ketahanan Pangan se-Pulau Sumba.

Batara menyampaikan bahwa desain prototipe pengolahan belalang atau Unit Pengolahan Hasil (UPH) Pakan sudah disediakan. Pemilihan pabrikan dan kapasitas UPH akan menyesuaikan dengan sebaran hama per bulan. 

"Saya minta agar Kadis Diperta Kabupaten dapat mengarahkan UPH Pakan ini kepada pengelola yang mempunyai jiwa usaha (petani pemilik penggilingan) agar nanti lebih efisien karena dedak hasil penggilingan dapat langsung menjadi bahan campuran pembuatan pakan ternak dari belalang kembara. Hasil produksi pakan ternak harus dikemas dan disertai dengan merk dagang yang kompetitif serta memiliki ciri khas wilayah produksi," tambah Batara.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Wagiman dari UGM menyampaikan bahwa potensi serangga belalang kembara untuk diolah menjadi pakan ternak atau pangan cukup tinggi karena memiliki kandungan protein yang tinggi. 

"Di Gunung Kidul, belalang sudah diolah menjadi pangan berupa camilan. Ini sebetulnya bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat Sumba. Jika memang berminat bisa juga nanti kami bantu untuk memberikan bimbingan," ujar Wagiman. 

Dihubungi di tempat berbeda, Diretur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menegaskan bahwa penanganan hama dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Gunakan bahan-bahan pengendali alami agar tidak mencemari lingkungan.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa Kementerian Pertanian akan terus aktif mendorong suksesnya inovasi teknologi pertanian yang berbasis ramah lingkungan sebagai upaya peningkatan dan pengamanan produksi pangan nasional serta pengolahan hasil pertanian.

1088

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.