Tepung Porang Asal Pinrang Kembali Masuk Pasar Tiongkok 

Rabu, 27 April 2022 04:56 WIB

Foto : Ilustrasi Tepung Porang Asal Pinrang yang kembali masuk pasar Tiongkok. (pangandata.com)


Agronews.id, Parepare – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Parepare kembali mensertifikasi komoditas ekspor tepung porang sebanyak 24 ton milik PT BLG Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (25/4). 

Komoditas senilai 1,8 miliar rupiah ini merupakan ekspor perdana tepung porang di tahun 2022, dengan negara tujuan Tiongkok.

Kepala Karantina Pertanian Parepare, Andi Faisal, menjelaskan tepung porang menjadi komoditas pertanian ekspor unggulan di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi, karenanya karantina pertanian parepare selalu memastikan komoditas ini telah memenuhi persyaratan negara tujuan agar tidak ada penolakan.

“Sebelum diekspor, tepung porang tersebut menjalani serangkaian pemeriksaan meliputi pemeriksaan dokumen dan fisik, sedangkan target hama dalam pemeriksaan adalah serangga hidup,”jelas Andi lagi

Menurut petugas yang memeriksa tepung porang sehat dan bebas hama serta dokumen sesuai dengan permohonan, sehingga selanjutnya diterbitkan Phytosanitary Certificate sebagai dokumen yang wajib disertakan dalam setiap ekspor komoditas tumbuhan dan turunannya.

Berdasarkan data yang tercatat di sistem otomasi  karantina pertanian IQFAST, pada 2020, wilayah Sulsel telah mengekspor tepung porang sebanyak 48,8 ton dengan nilai 5,5 miliar rupiah ke Australia dan China, dan  pada 2021 mengalami peningkatan pesat yakni sebanyak 480 ton dengan nilai 58,1 miliar rupiah ke negara yang sama. 

Terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian menjelaskan porang telah menjadi komoditas pertanian ekspor unggulan sejak tahun 2019. Porang memiliki peluang ekspor besar karena manfaatnya sebagai bahan dasar makanan dan industri.

“Indonesia mengekspor porang dalam berbagai bentuk, salah satunya bentuk konjac atau serpih yang tahun lalu sempat dilarang masuk ke China karena diragukan kemanan pangannya,” jelas Bambang

Namun kini, lanjut Bambang, pemerintah Indonesia melalui Badan Karantina Pertanian telah menyetujui protokol kesehatan ekspor serpih porang yang telah ditandatangi pada 28 November 2021, sehingga serpih porang bisa masuk ke China dengan persyaratan yang ditetapkan. “Semoga adanya protokol ini dapat mendongkrak kembali ekspor komoditas porang, “tutup Bambang

Narahubung:
Andi Faisal, SP. MP – Kepala Karantina Pertanian Parepare, Badan Karantina Pertanian , Kementerian Pertanian

50

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.