Foto : Dr. Inti Pertiwi Nashwari terus mendorong breeder (perusahaan benih) untuk menghasilkan varietas tahan penyakit.
Agronews.id - Ketersediaan benih bermutu sangat strategis karena merupakan kunci utama untuk mencapai keberhasilan dalam usaha budidaya hortikultura. Untuk menghasilkan produk hortikultura yang prima dibutuhkan benih bermutu tinggi, yaitu benih yang mampu mengekspresikan sifat sifat unggul dari varietas yang diwakilinya. Mengingat pentingnya arti benih maka diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi, memperbaiki mutu, memperbaiki distribusi, meningkatkan pengawasan peredaran dan meningkatkan penggunaan benih bermutu dalam kegiatan agribisnis hortikultura.
Kementerian Pertanian terus mendorong breeder (perusahaan benih) untuk menghasilkan varietas tahan penyakit. Dr. Inti Pertiwi Nashwari, saat ditemui di ruang kerja beliau (26 Januari 2022) sesaat setelah usai pelatikan beliau menjadi Direktur Perbenihan Hortikultura defenitif menuturkan banyak hal.
Direktur Perbenihan Hortikultura ini, menjelaskan breeder diminta tidak hanya menyiapkan varietas unggulan dengan hasil besar dan banyak, tetapi juga tahan hama penyakit, terutama bagi tanaman sayuran dan buah-buahan serta mampu bertahan terhadap cuaca ekstreem seperti La Nina dan El Nino.
"Petani juga diminta untuk membeli benih yang bersertifikat dan diharapkan membeli produk dalam negeri yang terjamin kualitas dan legalitasnya," katanya.
Penyediaan benih hortikultura harus direncanakan minimal 2 tahun sebelumnya, sehingga kebutuhan benih untuk pengembangan kawasan dapat terpenuhi tepat pada waktunya. Para produsen / penangkar benih perlu dibina baik teknis maupun manajerial agar mampu menyediakan benih bermutu sesuai dengan prinsip 7 tepat (jenis, varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi, harga).
Benih merupakan kunci utama keberhasilan agribisnis hortikultura. Penggunaan benih bermutu dari varietas unggul yang tepat disertai budidaya yang tepat sesuai SOP menjamin keberhasilan budidaya hortikultura. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas dan produksi hortikultura diperlukan dukungan perbenihan yang tangguh.
Mengingat pentingnya arti benih maka diperlukan upaya untuk menyediakan benih bermutu hortikultura dari varietas unggul yang tepat, dalam jumlah yang tepat, harga yang terjangkau serta dengan kualitas yang baik. Pembangunan perbenihan hortikultura ditujukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan benih bermutu varietas unggul secara memadai dan berkesinambungan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kerjasama yang erat antar instansi terkait yang menangani plasma nutfah, pemuliaan, produksi dan penyedia benih, distribusi, pengendalian mutu dan pengawasan peredaran benih, serta pengguna benih.
Menurut dia, ketersediaan benih bermutu dengan jumlah yang cukup dan tepat waktumemegang peranan penting untuk petani dan produktivitasnya. Dijelaskan lebih lanjut, benih bermutu harus ada sebelum melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian. Hal tersebut dikarenakan sudah terbukti peningkatan produksi hortikultura di Indonesia sejalan dengan perkembangan penggunaan benih bermutu oleh petani.
Pembangunan perbenihan hortikultura merupakan suatu sistem yang didukung oleh beberapa subsistem yang terdiri dari: subsistem pengembangan varietas untuk mengantisipasi perubahan dan perkembangan selera masyarakat; subsistem produksi dan distribusi benih; subsistem perbaikan mutu melalui sertifikasi dan pelabelan; dan subsistem kelembagaan dan peningkatan SDM.
“Pada tahun ini kita akan menyelesaikan pengembangan Sisitem Informasi Perbenihan Hortikultura yang terpadu. Dimana nantinya melalui aplikasi ini kita bisa melihat kegiatan perbenihan mulai dari produksi sampai distribusi, dan bahakn dengan QR code yang akn kita kembangkan kita bisa melihat benih-benih tersebut bergerak ke mana saja, memudahkan pengawasan peredaran benih kita nantinya. Satu lagi yang akan kita integrasikan adalah bahwa QR code ini akan kita integrasikan juga ke dalam sistem registrasi lahan kampung hortkultura”, ungkap beliau.
Keberhasilan dalam menggerakkan seluruh komponen tersebut sangat dipengaruhi oleh komponen pendukung antara lain lembaga perbenihan, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, kebijakan pemerintah, sistem informasi, dan kesadaran konsumen dalam menggunakan benih bermutu, ini semua wajib terintegrasi satu sama lainnya.
Selamat bekerja, untuk benih hortikultura yang lebih maju, mandiri dan modern, Bu Inti.
-------------------------
Ditulis oleh
Rimta Terra Rosa Br Pinem, SP, MSI
Pengawas Benih Tanaman Muda.
124
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.